Tagihan Listrik Membengkak Cuma Gara-gara AC?

Udara kini mulai memanas, terik matahari di siang bolong terasa mencubit kulit. Masuk ruangan pun rasanya tetap gerah, membuat keringat tetap bercucuran.

Suhu malam pun terasa berbeda, tak sesegar pada bulan-bulan lalu. Jika tak ada angin berhembus, tidur jadi kurang nyenyak karena kegerahan. Selamat datang musim kemarau! dan selamat datang kalian di artikel kami selanjutnya tentang cara cek tagihan PBB yang menjelaskan tentang pengecekan tagihan pajak bumi dan bangunan.

Karena alasan itu, bukan hal aneh banyak orang mulai mantap memasang air conditioner (AC) di rumah. Namun, ada pula orang yang masih ragu, terutama dengan pikiran pemakaian AC cenderung membuat tagihan listrik naik berlipat ganda. Benarkah?

Semakin banyak alat elektronik digunakan, beban listrik pasti memang bertambah akibat konsumsi daya naik. Demikian pula pada air pdam yang digunakan di rumah kamu, harus kamu tau cara cek tagihan air dan atau cara cek tagihan pdam. Pada umumnya, AC memang butuh pasokan listrik tak sedikit.

Meski begitu, bukan berarti memakai AC berarti tagihan listrik akan melonjak luar biasa hingga terasa mencekik. Asal bijak memilih AC, Anda tak perlu khawatir "bokek".

Sejumlah strategi untuk mengoptimalkan pemakaian AC yang ujungnya juga menghemat biaya, bisa pula dijalankan.

Luas ruangan

Pertama, sesuaikan luas tempat Anda memasang AC dengan kapasitas kompresor AC mempertahankan suhu ruangan. Kompresor pada AC berfungsi mengalirkan refrigeran (zat penyerap panas) ke seluruh sistem pendingin.

Cara kerjanya mengubah tekanan udara yang tinggi menjadi lebih rendah. Jika suhu udara di ruangan cukup tinggi, maka kompresor harus bekerja keras mendinginkan ruangan.

Kapasitas AC bisa diukur dari besaran paard kracht (PK). PK adalah ukuran kekuatan kompresor menghasilkan besaran sumber daya dalam satuan british thermal unit (BTU) untuk mengubah suhu udara. Semakin besar BTU yang diperlukan, semakin tinggi kebutuhan PK AC. Terkait tentang cara cek tagihan speedy dan indihome.

Nah, besaran BTU terkait erat dengan luas serta kondisi ruangan. Makin luas ruangan, makin tinggi pula BTU yang dibutuhkan untuk mengatur suhu.

Kondisi yang menyebabkan hawa ruangan lebih panas juga membuat kebutuhan BTU lebih besar, misalnya, ruangan berada di lantai dua atau tembok menghadap cahaya matahari langsung.

Inverter

Beberapa jenis AC mulai mengaplikasikan teknologi inverter yang bisa mengatur penggunaan listrik sesuai kebutuhan pendinginan secara otomatis. Penggunaan daya pun jauh di bawah AC konvensional sehingga lebih hemat listrik.

Sebagai ilustrasi, saat AC dipasang pada suhu 25 derajat celsius, maka kompresor akan bekerja untuk mencapai suhu tersebut. Jika suhu 25 derajat celsius sudah tercapai, AC konvensional akan mati seketika.

Sebaliknya, saat suhu ruangan naik, AC konvensional bakal kembali menyala untuk menstabilkan suhu. Aktivitas inilah biang pemborosan listrik yang berujung tagihan tinggi. terlebih pada tagihan home credit dan tagihan first media.

Lain cerita jika Anda menggunakan ac inverter. Dengan ilustrasi sama, ac inverter hanya akan menurunkan kecepatan putaran kompresor—tanpa memutus daya—saat suhu ruangan yang diinginkan tercapai.

Suhu ruangan pun menjadi lebih stabil—tidak tiba-tiba naik atau turun—dan beban kerja kompresor lebih ringan. Penggunaan daya pada ac inverter lebih rendah pula.

AC konvensional 1 PK rata-rata membutuhkan daya sekitar 819 Watt sementara ac inverter—ambil contoh ac inverter Daikin—hanya butuh sekitar 540 Watt.

Hitung punya hitung, dari angka di atas, rata-rata ongkos listrik sebuah AC konvensional mencapai Rp 451.400 selama satu bulan dengan asumsi pemakaian 12 jam setiap hari.

Pada ac inverter 540 Watt, per bulan Anda hanya perlu membayar Rp 297.626 dengan lama pemakaian sama.

Jika diasumsikan Anda memakai dua AC inventer di rumah, penghematan tagihan listrik yang bisa dilakukan mencapai 51 persen.

Artikel Terkait :

  1. Cara Cek Tagihan Listrik
  2. Mengetahui Biaya Bulanan PLN

 

Lebih dari lumayan untuk angka penghematan, bukan?