Google Bakalan Perkenalkan Fitur Ad Blocker Tahun Depan

California - Google akan memperkenalkan fitur ad blocker alias pemblokiran iklan di Chrome pada awal tahun depan. Pernyataan Google ini sekaligus memperingatkan para para penerbit laman web untuk segera bersiap-siap.

 

Seperti dikutip dari laman The Verge, peringatan ini dimaksudkan agar penerbit laman web menilai iklan mereka dan mengeluarkan iklan yang sangat mengganggu. Tahun depan, Google akan memblok semua laman web dengan iklan penuh yang sangat mengganggu, seperti video yang diputar otomatis dengan suara atau advetorial yang mengambil keseluruhan layar.

 

Sridhar Ramaswamy, eksekutif Google yang bertangungjawab atas iklan, menulis di sebuah posting blog, bahwa iklan di Chrome yang dimiliki atau dilayani Google secara keseluruhan akan diblokir. "Jika pedoman penayangan itu tidak sesuai pedoman Chrome," ujarnya. 

 

Sebetulnya fitur ad blocker ini tidak sepenuhnya akan memblokir iklan. Google akan memberikan opsi "filter" untuk tetap mengizinkan iklan ditampilkan di halaman yang memenuhi persyaratan yang benar. Blocker akan bekejer pada perangkat desktop dan mobile. 

 

Di opsi filter tersebut, Google menyediakan alat untuk mengetahui apakah iklan di situs mereka melanggar ketentuan Chrome. Iklan yang tidak dapat diterima nantinya akan dinilai oleh Koalisi untuk Iklan Lebih Baik. Koalisi ini mencakup Google, Facebook, News Corp, dan The Washington Post.

 

Baca : Cara Cek Poin Smartfren, Cara Cek Poin Indosat, lalu Cara Cek Poin 3, dan Cara Cek Poin Telkomsel.

 

Fitur ini tentunya akan menjadi sangat kontroversial. Di satu sisi, ada keuntungan besar bagi konsumbe dan penerbit soal kualitas laman web mereka. Namun, di sisi lain, Google menampilkan "kekuatan yang luar biasa" atas apa akan tampil di Chrome. Ini akan menimbulkan anggapan Google melindungi pendapatannya sendiri. 

 

Iklan yang buruk jelas memperlambat kinerja web. Juga, membuat web sulit untuk dijelajahi dan akhirnya mendorong konsumen memasang penghapus iklan. Dengan fitur ini Google membantu kita untuk membatasi iklan "grosiran". Pada akhirnya, pengguna mendapatkan pengalaman web yang lebih baik, meski mungkin para penerbit laman web akan kehilangan beberapa unit iklan berharga.  

 

Namun yang perlu diingat bahwa Google, pada intinya, adalah perusahaan iklan. Hampir 89 persen pendapatannya berasal dari penayangan iklan.

 

Ad blocker di Chrome tidak hanya membantu penerbit, tapi juga "membantu" Google mempertahankan dominasinya. Dan itu, secara tidak langsung, menguntungkan unit iklan Google. Yang jelas, cara ini memaksa penerbit laman web untuk mencari cara baru untuk memonetisasi situs mereka. 

 

Artikel Tak Kalah Penting : Cara Tukar Poin Frisian Flag dengan Mudah

 

Google juga akan menyertakan opsi bagi pengunjung untuk membayar situs web yang mereka blokir iklannya, melalui opsi pendanaan. Penayang harus mengaktifkan dukungan untuk fitur ini secara terpisah. Sekadar informasi, Google sudah menguji fitur serupa selama lebih dari dua tahun, dan tidak pernah benar-benar tertangkap. Jadi, sulit membayangkan opsi ini akan benar-benar ampuh.

 

Menurut Anda, akankah fitur ad blocker Chrome ini akan berjalan lancar seperti inovasi Google lainnya?